Slank Rilis 'Album Penyemangat' di Hari Kelahiran Pancasila

| Tuesday, June 1, 2010
Jakarta - Slank kembali eksis dengan meluncurkan album ke-18 yang bertajuk 'Jurus Tandur No.18'. Bedanya, kali ini Slank merilis albumnya bertepatan dengan Hari kelahiran Pancasila.

Kali ini Slank tidak merilis album dalam bentuk CD atau kaset, melainkan dalam bentuk ponsel. Tujuh lagu di album tersebut berada dalam ponsel Nexian NX G503.

"Kita tahu kaset CD sudah hancur. Lalu kira-kira media apalagi yang baik buat Slank. Kita lihat penjualan ponsel lebih bagus daripada penjual kaset atau CD. Kenapa kita nggak mencoba ke arah situ," kata gitaris Slank, Abdee Negara, saat ditemui di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (1/6/2010).

Slank punya alasan merilis albumnya bertepatan dengan Hari Kelahiran Pancasila, 1 Juni 2010 ini. Menurutnya lagu-lagu baru Slank di album 'Jurus Tandur No.18' bisa menjadi pemicu semangat.

"Album 'Jurus Tandur No.18' ada 7 lagu sebagai penyemangat yang kita pilih di tanggal 1 Juni ini sebagai Hari Kelahiran Pancasila," jelas Kaka.

Untuk album ke -18 Slank akan di lanjutkan dengan pergelaran konser Slank di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Utara. Konser tersebut akan dimulai pada pukul 19.00 WIB.

Ini adalah pertama kalinya Slank menggelar konser di ruang terbuka. Sebelumnya Slank sempat dilarang untuk menggelar konser di ruang terbuka karena alasan keamanan.
READ MORE - Slank Rilis 'Album Penyemangat' di Hari Kelahiran Pancasila

Australia Didesak Larang Konser Cat Stevens

|
Jakarta - Musisi Yusuf Islam atau juga dikenal dengan nama Cat Stevens akan menggelar konser di Australia Juni ini. Namun salah seorang anggota parlemen negeri kanguru itu meminta pemerintah agar menolak visa Cat.

Peter Kavanagh, anggota parlemen negara bagian Victoria menyatakan, konser Cat Stevens harus ditolak sebab penyanyi itu mendukung fatwa mati atas pengarang Inggris Salman Rushdie. Peter Kavanagh telah menulis surat kepada Menteri Imigrasi Australia Chris Evans agar menolak visa Cat Stevens.

Fatwa mati atas Salman Rusdhie diserukan pemimpin spiritual Iran Ayatullah Khomeini. Salman Rushdie difatwakan mati terkait novelnya yang berjudul 'Ayat-Ayat Setan' yang terbit pada 1989 yang dinilai menghina Nabi Muhammad.

"Cat Stevens mendukung fatwa yang melawan Rusddie. Sekarang ia berkata dia hanya bercanda," kata Kavanagh.

'Tapi saya pikir sebelum ia datang ke Australia, ia harus mengatakan ia tidak mendukung kebijakan yang memberangus kebebasan orang untuk berekspresi dan menyatakan pendapat," tuntut Kavanagh.

Cat Stevens dijadwalkan akan konser di Melbourne, Perth, Adelaide, Sidney dan Brisbane bulan Juni ini.

Cat Stevens mengubah namanya menjadi Yusuf Islam setelah menjadi mualaf pada 1977. Cat Stevens terkenal dengan lagu-lagu klasiknya antara lain Wild WOrld, Father and Son dan Morning Has Broken . Lagunya setelah menjadi muslim yang terkenak antara lain 'You Are Allah.

Selain masih aktif bermusik, ia juga aktif di bidang pendidikan. Ia mendirikan 3 sekolah di Inggris yakni Islamia Primary, Islamia Girls ‘Secondary and Brondesbury College for Boy.
READ MORE - Australia Didesak Larang Konser Cat Stevens

Konser di Meksiko, Paul McCartney Dihadang Sekelompok Preman

|
Jakarta - Konser keliling Amerika Serikat (AS) mantan pemain bass The Beatles, Sir Paul McCartney sudah sampai Meksiko. Namun nasib sial menimpa Paul. Bus yang ia tumpangi dihadang sekelompok preman.

Di Meksiko, Paul cs menggelar konser terakhirnya di Foro Sol, Mexico City pada Kamis (27/5/2010). Konser tersebut berjalan lancar. Sehari setelah, Paul mengunjungi sebuah pemukiman miskin di pedaman Meksiko. Di sanalah mobil bus yang mengangkut rombongan pelantun 'Hello, Goodbye' itu dihadang sekelompok preman.

Seperti dilansir Contact Music, Selasa (1/5/2010), sekelompok preman tersebut berusaha menghentikan bus yang ditumpangi Paul. Bahkan mereka sampai naik ke atas bus tersebut sambil lompat-lompat.

Polisi yang ikut dalam iringan konser Paul pun langsung bertindak. Mereka berusaha menghadang massa yang berusaha menguasai bus.

"Awalnya tim keamanan pikir hanya penggemar The Beatles dan Paul, namun saat dibiarkan orang-orang tersebut malah berlaku onar," kata seorang saksi mata.

Untungnya Paul dan awak konser tidak mengalami luka-luka. Mereka pun berlega hati karena konser tur keliling Amerika Serikatnya kini sudah usai.
READ MORE - Konser di Meksiko, Paul McCartney Dihadang Sekelompok Preman